» Dinas Pertanian Kota Malang

KONDISI UMUM DINAS PERTANIAN KOTA MALANG SAAT INI

a. Capaian Keberhasilan

No Program(Renstra 2013 – 2018) Indikator Kinerja(Renstra 2013 – 2018) Realisasi(s/d 2013) Keterangan
1 Pengembangan sumber daya, sarana dan prasarana Tersedianya sarana dan prasarana pertanian meliputi :147.000 pohon168.000 ekor ikan47.500 kg pupuk1.550 ekor ayam Jumlah sarana & prasarana yang disalurkan :147. 825 pohon (105,05%)111.000 ekor ikan (66%)41.495 kg pupuk (109,2%)
Tersedianya rekomendasi sistem pertanian yang efektif untuk 3.303 ha sawah & tegalan Rekomendasi untuk 2.568 ha sawah & tegalan (77,75%)
Meningkatnya kemampuan 13.427 anggota kelompok tani dalam berusaha Terjadi peningkatan kemampuan 10.740 anggota kelompok tani(79,99%)
2 Intensifikasi pertanian terpadu Meningkatnya keterampilan 13.427 pengguna teknologi pertanian Peningkatan keterampilan pada 10.740 pengguna teknologi pertanian (79,99%)
Meningkatnya kapasitas 440 KK petani dalam mengolah lahan pertanian Terjadi peningkatan kapasitas pada 352 KK petani (80%)
Menurunnya luas penyebaran penyakit tanaman, ternak dan ikan sebesar 1% Penurunan penyebaran penyakit sebanyak 2% (200%) Hasil telah melebihi target
3 Pembangunan usaha pertanian Meningkatnya keterampilan 180 orang dan 59 KK dalam mengolah hasil – hasil pertanian Peningkatan keterampilan sebanyak 580 orang petani (282%) Hasil telah melebihi target
Meningkatnya kualitas hasil – hasil pertanian bagi 100 unit toga dan 37 KK petani Jumlah unit toga sebanyak 97 unit (97%)
Meningkatnya pemeriksaan ternak yang akan dipotong sebanyak 46.600 ekor Pemeriksaan ternak sebanyak 49.995 ekor (107,29%) Hasil telah melebihi target
4 Diversifikasi pangan Meningkatnya kapasitas 15 kelembagaan pangan Peningkatan kapasitas sebanyak 46 kelembagaan pangan (306,67%) Hasil telah melebihi target
Meningkatnya diversifikasi pangan non beras untuk 3 menu unggulan setiap tahunnya (total 15 macam menu) Terlaksana 60 macam menu (400%) Hasil telah melebihi target
Meningkatnya kualitas pangan bagi keluarga rawan pangan sebesar 50% Terjadi peningkatan kualitas pangan sebesar 40 % (80%)

b. Kondisi Saat Ini

1. BIDANG PERIKANAN

A.    KOLAM DAN KARAMBA

Lokasi kolam budidaya ikan di 5 kecamatan di wilayah Kota Malang

  1. Jumlah kolam 502 unit, yang meliputi kolam nila, lele dan tombro dengan ukuran luas kolam rata–rata 14,6 m²
  2. Jumlah karamba 56 unit dengan luas rata – rata  2,2 m²
  3. Jumlah pembudidaya 336 orang yang terdiri dari 296 orang pembudidaya kolam dan 40 orang pembudidaya karamba
  4. Pengelolaan kolam dan karamba secara berkelompok dengan pola penguliran
  5. Jenis komoditi budidaya utama adalah lele dan nila
  6. Luas lahan yang termanfaatkan sebesar 4.5906 Ha atau 55% dari luar potensi sebesar 8.774 Ha
  7. Tingkat produktivitas kolam 20 kg/ m² dan karamba 30 kg/ m²

B.    UNIT PEMBENIHAN RAKYAT (UPR)

Lokasi di kecamatan Kedungkandang (kelurahan Buring, kelurahan Bumiayu, kelurahan Wonokoyo), kecamatan Sukun (kelurahan Bakalankrajan, kelurahan Mulyorejo) dan Kecamatan Blimbing (kelurahan Balearjosari).

  • Luas kolam 2.265 m²
  • Komoditi budidaya ikan lele dan nila

2. UPT USAHA PERTANIAN

Pada saat ini UPT Usaha Pertanian berdasarkan pada Peraturan Walikota Malang No 36 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Usaha Pertanian membawahi kegiatan kegiatan sebagai berikut :

1)    Pengelolaan kios-kios Sentra Produksi Unggulan Perikanan

Pada saat ini terdapat tiga usaha yang menempati tiga kios dari empat kios yang ada di Pasar Benih Ikan Jalan Sarangan No 29 yang difungsikan sebagai sentra produksi.

2)    Pengelolaan Kebun dan Laboratorium Tanaman Pertanian

Pengelolaan kebun dan laboratorium tanaman pertanian pengelolaannya dilaksanakan berkordinasi dengan Bidang Tanaman khususnya untuk personil;

3)    Pengelolaan Pusat Kesehatan Hewan

Dibangun gedung Pusat Kesehatan Hewan (PUSKESWAN) dengan luas bangunan 204,06 meter persegi yang berlokasi  di Jl. Kol Sugiono 176 Malang. Pengelolaan Pusat Kesehatan Hewan dilaksanakan berkoordinasi dengan Bidang Peternakan

4)    Pengelolaan Balai Benih Ikan Wonokoyo dan Unit Kolam Pembesaran Ikan Tlogowaru

Pengelolaan BBI dan Kolam Pembesaran dilaksanakan berkoordinasi dengan Bidang Perikanan khususnya untuk personil. Sedangkan kegiatan teknis harian/kegiatan budidaya dan perbenihan ikan dilaksanakan oleh 5 orang tenaga kontrak berijazah SMK Perikanan. BBI Wonokoyo dan Kolam Pembesaran Tlogowaru saat ini telah mulai memproduksi benih ikan nila, ikan lele dan ikan mas. Jenis ikan nila yang dibudidayakan adalah ikan Nila Merah, Ikan Nila GIFT dan Ikan Nila GESIT. Jenis ikan lele yang dibudidayakan adalah ikan lele dumbo strain Sangkuriang dan strain Python. Sedangkan ikan mas yang dibudidayakan belum menggunakan strain tertentu. Selain itu BBI Wonokoyo dan Kolam Pembesaran Tlogowaru juga menjadi lokasi pelaksanaan Praktek Kerja Lapang mahasiswa dan siswa SMK, serta penelitian (skripsi). Juga menjadi tempat magang bagi masyarakat umum yang ingin memperdalam pengetahuan bidang pembenihan ikan air tawar.

3. BIDANG BINA USAHA & PENYULUHAN PERTANIAN

Telah dikembangkan sarana dan prasarana penyuluhan yaitu sebagai berikut :

1)     SARANA PENYULUHAN :

–       Jumlah penyuluh pertanian (PNS) 15 orang;

–       THL-TBPP 16 orang (Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian);

–       Jumlah kendaraan roda 2 (dua) sebagai sarana operasional penyuluhan pertanian yang ada sebanyak 12 unit

2)     PRASARANA PENYULUHAN :

–       BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) ada 3 lokasi yang dilengkapi dengan meja dan kursi, TV, proyektor, VCD, Sound System;

–       Kelompok tani sebanyak 149 kelompok yang didominasi Klas Pemula dan Lanjut;

–       Gapoktan ada 30 kelompok baru ditumbuhkan dan sudah di SK-kan oleh Walikota;

–       KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) sebanyak 30 orang dan sudah dikukuhkan oleh Walikota.

4. BIDANG PETERNAKAN & KESEHATAN HEWAN

Telah dilaksanakan kegiatan pembinaan budidaya peternakan di seluruh wilayah Kota Malang dengan populasi sebagai berikut :

Ternak Besar :

–       Sapi Potong               4.433     ekor

–       Sapi Perah                    267     ekor

–       Kerbau                          153    ekor

–       Kuda                               58    ekor

Ternak Kecil :

–       Kambing                     1.012    ekor

–       Domba                           333    ekor

–       Babi                                   0    ekor

–       Kelinci                            685    ekor

Unggas :

–       Ayam Buras              53.828     ekor

–       Ayam Pedaging       105.000     ekor

–       Ayam Petelur          150.300     ekor

–       Itik                            14.434     ekor

–       Puyuh                          1.600    ekor

–       Entok                              617    ekor

Hewan Piaraan :

–       Anjing                             155     ekor

–       Kucing                             237    ekor

Laboratorium Kesmavet :

–       Sebagaimana fungsinya telah digunakan untuk kegiatan pemeriksaan bahan pangan asal hewan ( susu & daging )

5. BIDANG TANAMAN

Potensi Lahan  Pertanian

–       Potensi lahan pertanian khususnya untuk tanaman meliputi lahan sawah irigasi tehnis seluas 1.282 Ha pekarangan rumah dan halaman sekitarnya 6.837,193 Ha; tegal/ kebun 1.660 Ha dan hutan rakyat seluas 167,5 Ha.

–       Lahan tersebut diatas dikembangkan untuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan kehutanan. Tanaman pangan yang dikembangkan saat ini adalah tanaman padi  yang dapat ditanam sebanyak 5 kali dalam 2 tahun, tanaman jagung yang dikembangkan pada lahan tegalan dan lahan sawah pada waktu musim kemarau.

Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat wilayah Kota Malang juga telah dikembangkan tanaman hortikultura, seperti sayuran, buah-buahan , tanaman obat, tanaman hias, tanaman perkebunan seperti tebu dan kelapa pada lahan pekarangan sebagai pembatas lahan pekarangan dan tegalan.

c. KONDISI YANG DIINGINKAN DAN PROYEKSI KE DEPAN

1.  BIDANG PERIKANAN

KOLAM BUDIDAYA IKAN

–       Lokasi budidaya terpusat di sentra sentra produksi;

–       Pengelolaan usaha terpadu dengan pemberdayaan kelompok masyarakat meliputi usaha budidaya, pengolahan dan pemasaran;

–       Peningkatan produktivitas dengan perbaikan pola usaha dan pengelolaan;

–       Penganekaragaman jenis komoditi / pengenalan jenis komoditi budidaya baru;

–       Sanitasi Area kolam budidaya ikan

–       Sosialisasi penggunaan pakan alternatif

2.  UPT Usaha Pertanian

a.    Pasar Benih Ikan

Direncanakan pengembangan sarana pasar benih ikan sebagai lokasi pemasaran produk perikanan, tempat display produk perikanan baik budidaya maupun olahan bekerjasama dengan pihak ketiga. Mengingat lokasinya yang strategis maka Pasar Benih Ikan juga direncanakan dapat menjadi tempat terselenggaranya event-event terkait dengan upaya meningkatkan  pemasaran produk perikanan / konsumsi produk perikanan. Diupayakan adanya dukungan dari Dinas Pertanian maupun Pemerintah Kota Malang melalui instansi terkait untuk mendukung promosi dan kegiatan pemasaran mengingat Pasar Benih Ikan awalnya dibangun sebagai fasilitas pendukung peningkatan produksi dan produktivitas perikanan di Kota Malang. Pemanfaatan kios juga diperluas sehingga bidang usaha yang diperbolehkan menggunakan kios ini adalah usaha di sektor pertanian secara umum

b.    Pusat Kesehatan Hewan

Mengingat semakin pentingnya keberadaan Puskeswan dan rencana peningkatan statusnya oleh Bidang Peternakan maka ke depan pengelolaan Pusat Kesehatan Hewan akan diusulkan untuk dikelola langsung di bawah Bidang Peternakan terpisah dari UPT Usaha Pertanian agar lebih terfokus dalam melayani kebutuhan masyarakat akan sebuah sarana dan fasilitas kesehatan hewan/ternak

c.     BBI Wonokoyo dan Unit Kolam Pembesaran Tlogowaru

Direncanakan pengembangan kegiatan budidaya dan perbenihan melalui penerapan manajemen mutu dan penerapan bio security. Sasaran utama kegiatan adalah memproduksi benih unggul untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pembudidaya ikan. Fokus pelayanan masih ditujukan kepada masyarakat pembudidaya skala rumah tangga di Kota Malang khususnya dan umumnya di Malang Raya yang menjadi kelompok sasaran utama distribusi benih BBI. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat akan benih yang, tepat mutu, tepat jumlah dan tepat waktu diharapkan adanya peremajaan induk-induk ikan strain unggul. Untuk perluasan jenis usaha dengan mengembangkan jenis-jenis ikan hias tertentu serta mengupayakan peningkatan sarana prasarana produksi yang dimiliki.

Sebagai sarana pembinaan dan pembelajaran masyarakat khususnya dalam pembenihan ikan maka pemanfaatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki BBI dan Unit kolam pembesaran akan lebih dioptimalkan lagi termasuk sarana laboratorium

3. Bidang Bina Usaha dan Penyuluhan Pertanian

a.  Sarana & Prasarana Penyuluhan Pertanian

– Menambah fasilitas kendaraan roda 2 sebagai sarana kerja dan penyuluhan;

– Peningkatan peran Balai Penyuluhan Pertanian sebagai tempat pelatihan dan percontohan pertanian di tingkat   kecamatan termasuk sebagai tempat klinik konsultasi agribis;

– Peningkatan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sebagai sekretariat pos penyuluhan kelurahan;

– Menambah sarana yang mendukung yaitu : Alat ubinan,  Komputer, PH Meter, PUTS, LCD Projektor, Meubelair perpustakaan;

– Peningkatan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk ditingkatkan status/legalitas kedudukannya seingga mampu masuk ke dalam kesisteman pembangunan meliputi perencanaan pelaksanaan dan pengendalian program pembangunan pertanian di wilayah kecamatan;

– Menambah prasarana Perpustakaan dari tempat pemeran, peraga dan promosi.

b.  Penyuluhan

–  Menambah jumlah tenaga penyuluh pertanian (PNS) untuk Mencukupi jumlah kelurahan yang ada minimal 1 (satu) orang penyuluh 1 (satu) orang Kelurahan;

–  THL-TBPP membantu Penyuluh PNS dalam pelaksanaan program pertanian di tingkat kelurahan;

–  Peningkatan peran penyuluh pertanian dalam menumbuhkembangkan kelembagaan kelompok tani / Gapoktan sebagai wadah petani,unit produksi dan wahana kerjasama dalam rangka pengembangan Agribisnis di bidang pertanian;

–  Peningkatan peran penyuluh pertanian dalam mengembangkan KTNA sebagai Kontak Tani dan Nelayan  yang tangguh dan mandiri dan mempunyai lahan sebagai  Lab. Mini;

–  Peningkatan peran penyuluh pertanian sebagai pelopor dan motivator dalam menggerakkan petani/kelompok tani untuk mengembangkan usahanya dan sekaligus yang mewakili aspirasi petani/kelompok tani;

c.   Usaha & Pemasaran Olahan Hasil Pertanian

–  Meningkatkan pembinaan mutu dan keamanan pangan hasil usaha pertanian;

–  Meningkatkan pembinaan dan bimbingan terhadap pengembangan usaha pengolahan  hasil pertanian berbasis Good Manufacturing Produk (GMP);

–  Meningkatkan pemasaran hasil pertanian dengan pola kemitraan dan memberdayakan Asosiasi Pasar Tani (Aspartan);

–  Mengembangkan jaringan informasi pasar produk pertanian melalui pameran, festival, dan temu usaha;

Meningkatkan pemberdayaan Gapoktan dalam pengembangan usaha agribisnis di tingkat kelurahan

4.  Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan

–  Diharapkan adanya peningkatan produktifitas & populasi pada semua komoditas ternak;

–  Peningkatan pelayanan dan ketrampilan petugas inseminator di lapangan;

–  Meningkatkan sarana, prasarana dan sumber daya manusia (SDM) Puskeswan dan Laboratorium Kesehatan Hewan type C dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan hewan, pemeriksaan bahan pangan asal hewan dengan tujuan untuk menerapkan diagnose, penyidikan penyakit serta cara penanggulangannya

–  Pengawasan terhadap dokter hewan praktisi di Kota Malang

–  Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan Kesayangan;

–  Meningkatkan status Kesehatan Hewan (ternak & hewan  kesayangan masyarakat);

–  Memberikan jaminan keamanan manusia, hewan & lingkungan dari ancaman penyakit hewan;

– Tersedia bahan pangan asal hewan yang yang ASUH ( Aman, Sehat, Utuh dan Halal ) serta menjamin keamanan pangan produk asal hewan.

– Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk peternakan yang ASUH.

5. Bidang Tanaman

  1. Guna mendukung peningkatan produksi dan produktivitas telah banyak dilakukan pembinaan tehnik budidaya yang baik dan bantuan sarana prasarana produksi terhadap kelompok tani yang ada di wilayah Kota Malang, disamping itu juga diadakan sosialisasi pemberdayaan Kelompok Tani Pemakai Air (HIPPA) dengan maksud agar petani mau dan mampu memelihara jaringan irigasi tersier yang ada di wilayahnya sehingga kebutuhan air untuk tanaman selalu terjaga terutama pada musim kemarau . Sosialisasi tentang pengendalian hama penyakit dengan agens hayati juga telah dilaksanakan dengan tujuan agar petani mampu dan mau mengendalikan hama penyakit tanamannya dengan pestisida non kimia, sehingga dalam pengendalian hama/ penyakit tanaman tidak merusak lingkungan.
  2. Fungsi semua tanaman yang dikembangkan di wilayah Kota Malang untuk produksi/ produktifitas yang sekaligus untuk peningkatan pendapatan petani, namun fungsi yang tidak kalah pentingnya adalah untuk kelestarian sumberdaya alam. Guna menunjang kegiatan tersebut juga telah dikembangkan tanaman kehutanan seperti tanaman sengon laut, jabon dan tanaman kayu-kayuan lainnya serta tanaman buah-buahan atau tanaman produktif lainnya yang dapat memelihara kelangsungan sumber air dan  untuk mengatasi emisi karbon yang sudah banyak di wilayah udara Kota Malang seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan jumlah kendaraan bermotor.